Loading...
Menyiapkan dashboard Anda
Itu yang diucapkan Bu Yuni, jualan kebaya di Klaten, ke tetangganya saat ditanya gimana cara dia handle 30 chat sehari sendirian. Itu yang Sugeh jual: perasaan nggak sendirian lagi.
Nama "Sugeh" diambil dari kata Jawa "sugih" — sejahtera, cukup, makmur. Filosofi padi mengikat semua keputusan kami: sukses yang rendah hati.
Customer pelangganmu nggak perlu tahu Sugeh ada. Yang penting toko-mu balas chat mereka cepat, kirim barang tepat waktu.
AI dilatih ke gaya bicaramu — bukan gaya bicara Sugeh. Pelanggan kamu rasa lagi ngobrol sama kamu.
Notifikasi minimum. Dashboard nggak menggoda dibuka tiap menit. Sugeh sukses kalau kamu lupa dia ada.
Bot AI bilang "aku belum tahu" daripada ngarang. Saat error, bahasa manusia: "Aduh koneksi ngadat, sebentar ya."
Upgrade muncul saat data nunjukin akan untung, bukan saat kredit habis. Saran downgrade juga ada — kalau tier-mu kebesaran.
Sugeh dibuat buat Bu Yuni, Pak Tarmuji, Mbak Lila, Bu Tini — pemilik UMKM Indonesia yang setiap pagi buka WA dengan 30+ chat belum kebalas. Yang foto produknya seadanya tapi maunya jualan kayak brand gede. Yang nggak punya tim, tapi punya cita-cita usahanya naik kelas.
Bukan untuk perusahaan besar, bukan untuk creator viral, bukan untuk yang udah punya tim 10 orang. Untuk yang setiap pagi handle chat sambil masak buat anak — Sugeh ada di sisimu.